Sejumlah penumpang KM Permata Nusantara dengan rute Kolaka–Bajoe mengeluhkan kebijakan sewa tikar sebesar Rp 50 ribu yang dibebankan kepada mereka, meskipun sebelumnya telah membayar tiket kapal.
Keluhan ini muncul lantaran tikar-tikar telah terlebih dahulu digelar di seluruh area istirahat kapal, sehingga penumpang merasa tidak memiliki pilihan selain membayar sewa meski tidak membutuhkannya.
“Bagaimana ini, kita sudah bayar tiket kapal, pas naik ke kapal masih harus bayar sewa tikar karena semua tempat sudah terpasang tikar,” ujar Sulaiman, salah satu penumpang tujuan Bajoe, Senin (2/6/2025).
Ia menyarankan agar sewa tikar bersifat opsional, hanya dikenakan kepada penumpang yang memang menggunakannya. “Kalau penumpang mau, silakan ambil tikar. Tapi yang tidak mau, jangan dipaksa bayar,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Junaidi, penumpang tujuan Bone. Ia menilai bahwa kebijakan tersebut seharusnya mempertimbangkan kebutuhan masing-masing penumpang.
“Penumpang yang tidak butuh tikar harusnya diberikan tempat istirahat sendiri tanpa dipaksa membayar. Setiap orang punya preferensi berbeda,” ungkapnya.
Pihak media telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada nakhoda KM Permata Nusantara, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi.













