Di garis terdepan pertahanan negara, tempat batas wilayah Indonesia bersinggungan dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), para prajurit TNI tak hanya menjadi penjaga kedaulatan, tetapi juga sahabat bagi masyarakat setempat.
Di Desa Haumeniana, prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Batalyon Arhanud 15/DBY Pos Haumeniana kembali menunjukkan kepedulian mereka dengan menggelar bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan program rutin bulanan yang telah berjalan konsisten. Dipimpin oleh Danpos Sertu Pandi Irawan, lima prajurit lainnya yakni Serda Butar-Butar, Kopda Nasoka, Praka Redi, Pratu Amir, dan Pratu Putro S.H., yang turut serta dalam penyaluran bantuan kepada enam kepala keluarga di desa tersebut. Bantuan yang diberikan mencakup beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.
Warga pun menyambut dengan penuh rasa syukur. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini,” ujar Benidictus, salah satu penerima bantuan, dengan suara bergetar haru. “Semoga Pos Haumeniana selalu sukses dan kegiatan positif seperti ini terus berlanjut,” tambahnya. Namun, lebih dari sekadar bantuan materiil, kegiatan ini mencerminkan eratnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Para prajurit tidak hanya bertugas menjaga keamanan perbatasan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Sertu Pandi Irawan menegaskan bahwa program ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya diukur dari keberhasilan dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga dari dampak positif yang mereka berikan bagi warga sekitar. Di Desa Haumeniana, prajurit TNI telah membuktikan bahwa mereka adalah pelindung dan sahabat rakyat, simbol nyata dari komitmen negara untuk mensejahterakan seluruh warganya hingga ke pelosok negeri.
Dengan semangat kebersamaan ini diharapkan perbatasan Indonesia-RDTL tidak hanya menjadi garis pemisah, tetapi juga menjadi wilayah yang aman, damai, dan penuh kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.













