Masyarakat Kecamatan Sojol Donggala Dibuat Resah dengan Maraknya Balap Liar, Judi, dan Knalpot Racing di Bulan Ramadan

Masyarakat Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, kembali dihadapkan dengan permasalahan yang meresahkan di bulan Ramadan. Selain aksi balap liar yang semakin marak, warga juga mengeluhkan adanya praktik perjudian serta penggunaan knalpot bogar atau racing yang mengganggu ketenangan, terutama di waktu ibadah dan istirahat malam. Meski telah ada upaya dari pemerintah desa untuk menertibkan aktivitas ilegal ini, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang mampu menghentikannya.

Kepala Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Idrus, telah mengeluarkan surat permohonan penertiban dengan Nomor: 145/156/D.SIB/III/2025 tertanggal 7 Maret 2025 yang ditujukan kepada Kapolsek Sojol. Dalam surat tersebut Idrus meminta agar aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas guna mengatasi permasalahan ini. Namun, hingga saat ini aksi balap liar, perjudian, dan penggunaan knalpot bogar masih terus berlangsung akibat kurangnya respons dari pihak kepolisian setempat.

“Kami sebagai pemerintah desa telah berupaya melakukan berbagai pendekatan, termasuk mengeluarkan surat permohonan resmi kepada pihak kepolisian. Namun, hingga sekarang belum ada tindakan nyata dari aparat keamanan untuk menertibkan balap liar, perjudian, dan suara bising dari knalpot racing yang sangat mengganggu masyarakat,” ujar Idrus.

Masyarakat mengungkapkan keresahan mereka terhadap berbagai aksi yang merusak ketertiban umum ini. Balap liar yang kerap terjadi setelah salat tarawih hingga dini hari tidak hanya menimbulkan kebisingan yang mengganggu ibadah dan istirahat warga, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Peserta balap liar ini tidak hanya berasal dari Kecamatan Sojol, tetapi juga dari kecamatan-kecamatan terdekat yang turut meramaikan aksi tersebut.

Tak hanya balap liar, praktik perjudian yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di sekitar lokasi balapan juga semakin meresahkan. Sejumlah warga mengetahui bahwa di sela-sela aksi balap liar, ada kelompok yang melakukan taruhan uang dalam jumlah besar, sehingga memperparah situasi dan menarik lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan ilegal ini.

“Saat kami ingin pulang dari masjid setelah tarawih, kami sering melihat kelompok pemuda yang tidak hanya melakukan balap liar, tetapi juga berkumpul untuk berjudi di pinggir jalan. Kami merasa takut karena mereka sering berbicara kasar dan tidak segan-segan menantang warga yang mencoba menegur mereka,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain balap liar dan judi, suara bising dari knalpot bogar atau racing yang digunakan oleh para pelaku balap liar semakin memperparah gangguan terhadap warga. Suara nyaring yang dihasilkan oleh knalpot tidak standar ini mengganggu ketenangan masyarakat, terutama saat menjelang waktu sahur dan subuh. Beberapa warga bahkan mengeluhkan bahwa anak-anak mereka sulit tidur akibat kebisingan tersebut.

Beberapa kali warga setempat mencoba membubarkan aksi balap liar, perjudian, dan penggunaan knalpot racing secara mandiri, namun para pelaku kerap kembali dan justru semakin berani. Beberapa di antaranya bahkan menantang warga yang menegur mereka. Hal ini membuat masyarakat semakin geram dan berharap adanya penegakan hukum yang lebih serius dari pihak kepolisian.

Kapolsek Sojol sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan penertiban ini. Sementara itu sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat juga mendesak agar aparat segera bertindak guna menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan ataupun konflik antara pelaku dan warga yang merasa terganggu.

“Kami berharap ada patroli rutin dari pihak kepolisian untuk mencegah aksi balap liar, perjudian, dan penggunaan knalpot racing ini. Jika dibiarkan terus-menerus, ini bisa menjadi kebiasaan buruk yang sulit diberantas,” tandas tokoh masyarakat setempat.

Banyak pihak berharap agar aparat keamanan segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Selain itu, diperlukan langkah-langkah preventif seperti pembinaan kepada para pemuda serta menyediakan wadah atau tempat yang lebih aman bagi mereka yang memiliki hobi balap motor agar tidak lagi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Penulis: ISMAILEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *