JOMBANG — Setelah sekian lama vakum dari ajang adu kecepatan resmi, aspal Jalan Dr. Soetomo Jombang kembali “bernyawa”. Ribuan pasang mata menjadi saksi gelaran spektakuler bertajuk “Kapolres Cup Rookie Drag Competition 2026” yang digelar pada Minggu (18/1/2026).
Mengusung tagline provokatif “Arogansi No – Prestasi Yes”, Polres Jombang berkolaborasi dengan IMI Jawa Timur dan AE Indonesia sukses memberikan wadah bagi talenta otomotif muda di Kabupaten Jombang dan sekitarnya.
Solusi Tekan Balap Liar Jelang Ramadan
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., hadir langsung untuk membuka ajang aktualisasi para engine builder berbakat ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini adalah hasil perumusan matang untuk menekan angka balap liar di jalanan umum.
“Program Drag Race ini diputuskan sebagai ajang resmi dengan harapan nantinya tidak ada lagi balap liar, terutama menjelang bulan Puasa hingga Idul Fitri nanti,” ujar AKBP Ardi penuh semangat. Ia juga membocorkan bahwa event ini akan berlanjut secara seri ke Kabupaten Tuban.
“Savana di Tengah Sahara”: Wadah Karya Gila Engine Builder
Maulana dari AE Indonesia menyebut momen ini sebagai “Savana di tengah Sahara”. Jombang yang selama ini dikenal sebagai inisiator engine builder handal di Indonesia akhirnya mendapatkan panggung yang layak setelah sekian lama “haus” akan kompetisi resmi.
Hal ini dibuktikan dengan meledaknya jumlah peserta. Tercatat sebanyak 650 dragster mendaftar, dengan 545 starter yang turun langsung berlaga di lintasan. Kreativitas para mekanik dalam meracik mesin custom yang out of the box menjadi tontonan berkelas di kelas-kelas yang dipertandingkan.
Antusiasme Warga: Tetap Bertahan Meski Diguyur Hujan
Masyarakat Jombang menunjukkan kerinduan yang besar pada dunia balap. Terpantau lebih dari 3.000 penonton memadati trotoar sepanjang Jalan Dr. Soetomo hingga penuh sesak. Meski hujan sempat membasahi lintasan di siang hari, semangat penonton tidak surut untuk menyaksikan aksi laga dua jalur (double track) yang sangat kompetitif.
Ajang ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan prestasi otomotif di Kabupaten Jombang, sekaligus membuktikan bahwa hobi kecepatan bisa disalurkan secara positif, aman, dan berprestasi.

















