Jombang, 25 Mei 2025 — Program Interkoneksi Wisata Religi yang diinisiasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang kembali digelar, Sabtu (24/5/2025). Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini mengajak 70 peserta dari Jamaah Tahlil Dusun Dateng, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh untuk berziarah ke sejumlah situs religi bersejarah di Jombang.
Peserta diberangkatkan menggunakan bus wisata milik Disporapar Jombang dan didampingi dua pemandu wisata dari Guk Yuk Jombang. Rute ziarah meliputi empat makam tokoh ulama besar di Kabupaten Jombang, yaitu:
-
Makam Mbah Buyut Sona di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh,
-
Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung,
-
Makam KH. A. Wahab Hasbullah di Komplek PP Bahrul Ulum, Tambakrejo, Kecamatan Jombang,
-
Makam KH. Hasyim Asy’ari dan Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Komplek PP Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
Plt. Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Jombang, Wiwin Istiqomah Budiningrum, S.IP., menyatakan bahwa penambahan dua destinasi di luar empat pondok besar bertujuan untuk memperluas wawasan sejarah religi masyarakat lokal.

“Makam Mbah Buyut Sona dan Mbah Sayyid Sulaiman adalah situs penting penyebaran Islam di Jombang yang belum banyak dikenal warga lokal. Dengan program ini, kami ingin mengenalkan peran penting tokoh-tokoh tersebut dalam sejarah Islam di Jombang,” ujar Wiwin.

Ia menjelaskan, Mbah Sayyid Sulaiman diyakini sebagai ulama berdarah Arab yang datang dari Tarim, Hadramaut, dan menyebarkan Islam di tanah Jawa. Meskipun mendirikan pesantren di Pasuruan, jasad beliau dimakamkan di Mojoagung, Jombang.
Ketua Jamaah Tahlil Dusun Dateng, Manfaah (55), menyampaikan rasa terima kasih atas program ini.

“Biasanya kalau ziarah kami naik sepur kelinci, tapi hari ini kami bisa naik bus. Nyaman sekali,” ungkapnya. Ia juga berharap ke depan program ini bisa mengunjungi wisata alam di Wonosalam.
Hingga triwulan III tahun 2025, program Interkoneksi Wisata Religi akan terus dilaksanakan. Disporapar Jombang berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan angka kunjungan wisata melalui perpaduan antara edukasi sejarah dan spiritualitas.












