PMKRI Nilai 100 Hari Kerja Bupati TTU Minim Progres Signifikan

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco menilai program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yoseph Valentinus Delasale Kebo, S.IP., M.A., dan Kamilus Elu, S.H., belum menunjukkan capaian yang signifikan.

Ketua Presidium PMKRI Kefamenanu, France Melkianus Angket, menyatakan bahwa sejumlah janji pasca pelantikan, termasuk penataan kota dan reformasi birokrasi, belum direalisasikan dengan baik.

Angket menyoroti lambatnya progres renovasi gerbang Kantor Bupati, belum terlaksananya penataan Taman Kota Kefamenanu, serta buruknya kondisi kebersihan dan lampu jalan di sejumlah titik, termasuk jalur KM 9 yang gelap pada malam hari akibat lampu tidak berfungsi.

Selain itu, PMKRI mengkritisi kebijakan pengadaan mobil dinas baru yang dinilai menjadi prioritas di tengah belum optimalnya pelaksanaan program kerja. PMKRI menyarankan agar pemerintah fokus pada penataan birokrasi, peningkatan inovasi program, serta penempatan pejabat yang kompeten pada posisi strategis.

Kritik juga dilayangkan terhadap keterlambatan penyaluran Anggaran Dana Desa (ADD) tahap pertama yang belum terealisasi hingga akhir April 2025. PMKRI menyebut hal ini berdampak langsung terhadap pembangunan dan pelayanan publik di desa, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

PMKRI mendesak Pemerintah Kabupaten TTU untuk lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat, khususnya di desa, serta mengurangi fokus pada kegiatan seremonial.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *