SOE – Kota Soe yang dikenal dengan udaranya sejuk bersiap menjadi pusat perhatian dunia olahraga bela diri Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan menjadi tuan rumah kejuaraan perdana Open Turnamen Karate Bupati Cup I Tahun 2026 yang diharapkan menjadi panggung penting bagi para karateka se-NTT.
Ketua Panitia Pelaksana, Donny Hattu, mengonfirmasi kepada wartawan pada Senin (12/10/2026) bahwa kejuaraan akan dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya tanggal 20 hingga 22 November 2026 di GOR Nekamese Soe.
“Saat ini kami tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan acara secara menyeluruh, mulai dari persiapan teknis pertandingan hingga upaya publikasi,” jelasnya.
Standar Nasional FORKI
Panitia menyiapkan standar pertandingan mengacu pada ketentuan kejuaraan nasional Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Tersedia matras berstandar WKF, wasit dan juri berlisensi nasional, serta sistem penilaian digital guna menjamin kelancaran dan kredibilitas pertandingan turnamen perdana ini.
Lebih dari sekadar ajang berebut medali dan piala bergilir Bupati TTS, kegiatan ini memiliki misi pengembangan olahraga daerah. Donny Hattu menyampaikan bahwa TTS selama ini dikenal memiliki banyak bibit atlet bela diri potensial dari wilayah Amanuban, Amanatun, hingga Mollo. Namun, mereka sering kali kekurangan akses ke kompetisi resmi sehingga banyak talenta tidak dapat berkembang secara optimal.
“Kami ingin membuka ruang pembuktian: dari daerah pegunungan TTS dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama NTT bahkan Indonesia. Kita tidak ingin para atlet kita hanya menjadi penonton di wilayah sendiri,” ujarnya.
Terbuka untuk Seluruh Dojo dan Perguruan
Turnamen ini terbuka bagi seluruh dojo dan perguruan karate binaan FORKI se-NTT, mencakup antara lain KKI, INKAI, INKANAS, LEMKARI, Gojukai, dan Wadokai. Cabang pertandingan meliputi Kata dan Kumite untuk berbagai kelompok usia: Usia Dini, Pra-Pemula, Pemula, Kadet, Junior, hingga Senior, baik untuk kategori putra maupun putri.
Panitia menargetkan ratusan karateka akan ikut bertanding. Selain dampak di bidang prestasi, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga diharapkan mendorong pergerakan ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga potensi pariwisata Kota Soe.
Persiapan saat ini terus diarahkan untuk penyempurnaan lokasi pertandingan, kerja sama sponsor, serta sistem pendaftaran daring yang akan segera dibuka. Jika penyelenggaraan perdana berjalan sukses, FORKI TTS berencana menjadikan Bupati Cup agenda tahunan yang masuk kalender resmi FORKI NTT.












