MUARA TEWEH — Momen pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling istimewa berubah menjadi kejadian tak terduga bagi sepasang kekasih di Desa Liang Naga, Kabupaten Barito Utara. Alih-alih tampil anggun dengan gaun pengantin dan riasan mewah, pasangan ini terpaksa melangsungkan acara resepsi hanya dengan mengenakan baju batik sederhana.
Kisah ketegaran kedua mempelai ini mendadak viral di media sosial setelah unggahan video yang memperlihatkan suasana pelaminan mereka menuai simpati luas dari warganet.
Kronologi: Vendor MUA Tak Kunjung Datang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, segala persiapan teknis acara sebenarnya sudah matang. Namun, masalah muncul ketika sang Make Up Artist (MUA) yang seharusnya merias mempelai tidak menampakkan batang hidungnya hingga acara dimulai.
Diketahui, sang MUA sempat pamit pulang ke rumah pada waktu subuh dengan alasan tertentu. Malangnya, sang vendor justru ketiduran dan baru terbangun hingga kehilangan waktu berjam-jam. MUA tersebut dikabarkan baru kembali ke lokasi sekitar pukul 10.00 WITA, di saat prosesi acara sudah berjalan dan tamu undangan telah berdatangan.
Keputusan Besar: Tetap Bahagia Meski Sederhana
Tak ingin tamu undangan menunggu lama dan jadwal acara berantakan, pasangan pengantin ini mengambil keputusan besar dengan jiwa lapang. Mereka memilih untuk tetap naik ke pelaminan mengenakan baju batik couple yang santai dan apa adanya.
Meskipun tanpa riasan tebal dan busana adat yang megah, aura kebahagiaan tetap terpancar dari wajah kedua mempelai. Kesederhanaan mereka justru menuai pujian dari netizen yang salut dengan kesabaran mereka dalam menghadapi kelalaian vendor di hari sakral tersebut.
Sorotan Netizen Terhadap Profesionalisme Vendor
Video yang memperlihatkan suasana pelaminan “minimalis” ini pertama kali diunggah oleh akun berinisial R29. Banyak netizen yang menyayangkan kurangnya profesionalisme sang MUA, namun tak sedikit pula yang mendoakan agar rumah tangga pasangan tersebut tetap langgeng.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak MUA terkait kompensasi atau tanggung jawab atas kejadian tersebut kepada pihak keluarga pengantin. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para calon pengantin untuk lebih selektif dan memastikan koordinasi intensif dengan seluruh vendor di hari pernikahan.












