Mengenal Enofren: Tiktoker Suku Belide yang Aktif Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Kurang Mampu

Sosok Enofren atau yang akrab disapa Mamang Adenean, seorang Tiktoker asal Suku Belide dari Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi inspirasi masyarakat berkat aksi sosialnya membantu anak-anak kurang mampu dan penyandang disabilitas.

Dalam wawancara di kediamannya, Enofren membenarkan bahwa dirinya telah aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan seperti sembako, uang tunai, pakaian, kursi roda, hingga toilet khusus untuk anak-anak disabilitas, terutama yang berusia antara 3 hingga 10 tahun.

Aksi sosial ini ia lakukan sebagai bagian dari asosiasi sosial asal Italia, yang dijalankan oleh Opa Maurodan dan Bunda Thresia. Melalui siaran langsung (live streaming) TikTok bersama Opa Maurodan yang belum fasih berbahasa Indonesia, Enofren dipercaya menjadi penerjemah dan jembatan komunikasi antara donatur dan masyarakat penerima bantuan.

“Awalnya saya hanya mengikuti live TikTok Opa, kemudian dipercaya menjadi anggota asosiasi sosial mereka. Sekarang saya aktif menerjemahkan setiap live yang mereka lakukan, bahkan setiap hari selama sebulan penuh,” ujar Enofren.

Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan pendokumentasian melalui foto dan video, tanpa memerlukan KTP atau Kartu Keluarga. Cukup mencantumkan nama, tanggal lahir, dan dokumentasi visual, lalu dikirimkan melalui WhatsApp untuk ditinjau oleh pihak asosiasi.

“Nominal bantuan tidak bisa ditentukan karena keputusan akhir berada di tangan asosiasi, bukan saya pribadi,” tambahnya.

Dalam menjalankan kegiatan sosial ini, Enofren tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh tim lokal yang terdiri dari Bapak Imron, Feri, Umbut Rotan, Salsabila, Selamet Tunggu, Imel, serta mendapat dukungan penuh dari istri tercintanya.

Enofren juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya anak-anak Suku Belide dan kaum milenial, untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif.

“Gunakan aplikasi seperti TikTok untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan disalahgunakan. Jadilah generasi muda yang kreatif, inovatif, dan membawa dampak baik bagi sesama,” pesannya.

Penulis: SULASMIYADI, S.I.Kom.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *