SIDOARJO — Sosok Nurul Huda kini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter The Lobster. Asisten pelatih yang dikenal loyal ini kembali didaulat manajemen Deltras FC sebagai caretaker untuk menakhodai tim dalam sisa 6 pertandingan krusial musim 2025/2026, pasca dilepasnya pelatih kepala Widodo Cahyono Putro.
Bagi pria asli Desa Klagen, Kecamatan Sukodono ini, peran sebagai “juru selamat” sementara bukanlah hal baru. Pengalamannya yang matang di berbagai transisi kepelatihan menjadikannya figur paling dipercaya oleh manajemen.
Rekam Jejak Sang Penjaga Stabilitas
Nurul Huda telah membuktikan kapasitasnya sebagai asisten pelatih yang mampu beradaptasi dengan berbagai karakter pelatih kepala ternama. Berikut adalah perjalanan dedikasinya bersama Deltras FC:
-
Musim 2021/2022: Menjadi asisten pelatih M. Zein Alhadad dan sukses membawa Deltras promosi dari Liga 3 ke Liga 2.
-
Musim 2022/2023: Mendampingi pelatih kepala Ibnu Grahan.
-
Musim 2023/2024: Menjadi bagian dari staf kepelatihan di bawah komando Widodo C. Putro.
-
Musim 2024/2025: Menjadi caretaker di babak 8 besar menggantikan (Alm) Bejo Sugiantoro yang saat itu terkena sanksi.
Karier Gemilang: Dari Lapangan Hijau ke Kursi Kepelatihan
Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Nurul Huda adalah bek tangguh yang malang melintang di kasta tertinggi Liga Indonesia. Ia tercatat pernah membela klub-klub besar seperti Persebaya Surabaya, Persikabo Bogor, PSIM Yogyakarta, Pelita Jaya, PSIS Semarang, Persema Malang, hingga menjadi ikon di Persijap Jepara.
Usai gantung sepatu, kecintaannya pada sepak bola Sidoarjo membawanya melatih akademi lokal, menakhodai Deltras U-17 di Piala Soeratin (2017), hingga sempat menangani Bhayangkara U-18 (2020).
Harapan di Sisa Musim 2026
Kini, beban berat ada di pundak Huda untuk menjaga asa Deltras FC di sisa kompetisi. Pengalamannya membawa tim promosi pada musim pertamanya menjadi modal kepercayaan diri bagi para pemain dan suporter.
Ketenangan dan pemahamannya yang mendalam terhadap filosofi permainan Deltras diharapkan mampu membawa dampak positif secara instan. Bagi publik Sidoarjo, Nurul Huda bukan sekadar asisten, melainkan simbol loyalitas putra daerah yang selalu siap sedia saat tim kebanggaan membutuhkan arah.












