Lahan Terbengkalai Disulap Jadi Destinasi Wisata, Ratusan Pemancing Serbu Launching Pemancingan Pakel Madu Klaten

KLATEN — Ratusan pemancing dari berbagai daerah memadati peresmian (launching) tempat pemancingan Pakel Madu di Desa Karangpakel, Kecamatan Kalikotes, Klaten, pada Minggu (29/3/2026). Destinasi baru ini menawarkan pengalaman memancing eksklusif di tengah panorama alam yang asri dengan fasilitas lengkap bagi keluarga.

Tempat pemancingan seluas 2.500 m² ini merupakan hasil kreativitas pengelolaan lahan terbengkalai milik pemerintah desa yang kini bertransformasi menjadi magnet ekonomi baru bagi warga setempat.

Memancing dengan View Gunung Merapi

Pengelola Pemancingan Pakel Madu, Sartim, menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama tempat ini adalah letaknya yang sangat strategis dan estetis. Terletak di tengah persawahan, pengunjung dapat memancing sambil menikmati pemandangan Gunung Merapi dan perbukitan Gunung Kidul yang terlihat jelas saat cuaca cerah.

“Selain pemandangannya, lokasinya berada tepat di pinggir jalan dan berdekatan dengan Polsek Kalikotes, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung sangat terjamin,” ujar Sartim di sela-sela acara launching.

Kompetisi Berhadiah Sepeda Motor

Meriahnya acara peresmian ditandai dengan kompetisi memancing yang memperebutkan hadiah prestisius. Dengan tiket masuk sebesar Rp400.000, para pemancing berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa:

  • Juara 1: 1 Unit Sepeda Motor

  • Juara 2: Uang Tunai Rp2.000.000

  • Juara 3: Uang Tunai Rp1.500.000

  • Juara 4: Uang Tunai Rp1.000.000

  • Juara 5 & 6: Gratis Tiket Masuk (Voucher)

Fasilitas Keluarga dan Kuliner Ikan Bakar

Tak hanya bagi para pemancing (angler), Pakel Madu juga didesain sebagai destinasi ramah keluarga. Tersedia area “tempat ngopi” yang nyaman, taman bermain anak, serta fasilitas kuliner yang menyajikan menu ikan goreng dan ikan bakar segar hasil pancingan.

Pemancingan Pakel Madu buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Kehadiran destinasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus menjadi tempat favorit baru bagi komunitas pemancing di Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *