Banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan deras pada Sabtu (26/4) menyebabkan longsor parah di Jalan Trans Lintas Galda, tepatnya di daerah Frang Posi-Posi, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara.
Akibat kejadian tersebut, ruas jalan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat Loloda Utara yang setiap hari mengandalkan jalan tersebut untuk berpergian ke ibu kota kabupaten, Tobelo.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial seperti Facebook, terlihat jelas bahwa badan jalan ambruk parah. Said Sair, seorang sopir lintas Tobelo-Loloda, mengungkapkan keprihatinannya atas dampak kerusakan ini terhadap akses transportasi darat. Ia menekankan pentingnya jalan tersebut bagi mobilitas ekonomi masyarakat Loloda Utara, yang banyak bergantung pada aktivitas di Pasar Tobelo.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memperbaiki jalan ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena akan memperparah dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, longsor di lokasi tersebut sudah terjadi berulang kali. Warga menduga, kerusakan ini diperparah oleh konstruksi jalan yang kurang memadai, terutama ukuran plat deker yang terlalu kecil. Saat hujan deras, air meluap ke permukaan jalan, menyebabkan kerusakan yang semakin parah.
Masyarakat berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah agar akses vital ini bisa segera dipulihkan.












