BANDUNG BARAT – Gempa tektonik bermagnitudo (M) 1,8 mengguncang wilayah Pasirlangu dan Jambudipa, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis, 14 Agustus 2025, pukul 16.13.34 WIB. Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang, tepatnya pada Segmen Cimeta.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menyatakan bahwa hasil analisis menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,81 Lintang Selatan dan 107,53 Bujur Timur. Episenter berada di darat dengan kedalaman hiposenter dangkal, yakni 19 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalamannya, gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang disebabkan oleh pergerakan Sesar Lembang,” kata Dr. Daryono.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan di Pasirlangu dan Jambudipa pada skala intensitas II-III MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan getaran jelas terasa di dalam rumah seolah ada truk yang melintas.
Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan. Monitoring BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan (aftershocks) hingga pukul 21.30 WIB.
Dr. Daryono mengingatkan, gempa ini kembali membuktikan bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang patut diwaspadai. Hal ini diperkuat oleh catatan sejarah gempa merusak pada 28 Agustus 2011, di mana gempa M3,3 yang juga dipicu Sesar Lembang merusak 103 rumah di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa.












