KEFAMENANU – SMA Swasta Pelita Karya Kefamenanu menegaskan komitmennya tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Gugus Depan 081-082 Ambalan Takua yang sukses digelar.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026), bertempat di Naen Camp, RT 028/RW 028, Naen, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Perkemahan diikuti 35 peserta didik kelas X. Kegiatan didukung 46 panitia yang terdiri atas 28 Penegak Bantara dan 18 Penegak Laksana dari kelas XI dan XII, serta para pembina gugus depan, guru, tenaga kependidikan, sekuriti, dan mahasiswa praktik pengalaman lapangan (PPL) dari Universitas Timor (Unimor) dan STIPAS.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMA Swasta Pelita Karya Kefamenanu, Alexander Salu, S.Pd.
Momentum Pembentukan Karakter, Bukan Seremonial
Alexander Salu berharap kegiatan PTA Gudep 081-082 Ambalan Takua tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau rutinitas kepramukaan, tetapi menjadi momentum pembentukan karakter, penanaman nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, menghayati Dasa Darma dan Tri Satya, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, memiliki jiwa sosial yang tinggi, mampu bekerja sama dalam tim, serta siap menghadapi tantangan zaman.
“Perkemahan juga harus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk belajar memimpin dan dipimpin, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan bersama, serta mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi,” lanjutnya.
Secara khusus, ia berharap Ambalan Takua dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki jiwa pengabdian. Para anggota Pramuka hendaknya tidak hanya bangga mengenakan seragam Pramuka, tetapi juga mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan seorang Pramuka sejati.
Selama tiga hari, kedisiplinan diterapkan dalam seluruh aktivitas, mulai dari disiplin waktu bangun, disiplin antre makan, disiplin menjaga kebersihan tenda, hingga disiplin bertutur kata. Seluruh materi kepramukaan dikemas melalui kegiatan jelajah alam yang menuntut kerja sama dan ketangguhan mental.
Empat Pilar Materi dari Pemateri Berkompeten
Untuk mendorong perubahan sikap yang nyata, panitia menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya. Adapun empat pilar materi yang diberikan meliputi:
-
Disiplin kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU tentang pengaruh kesehatan remaja terhadap efektivitas belajar.
-
Disiplin tanggap bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU tentang penanggulangan bencana dini.
-
Disiplin hukum dan sosial dari Kepolisian Resor (Polres) TTU tentang kenakalan remaja dan sanksi hukum.
-
Disiplin bela negara dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan peraturan baris-berbaris (PBB).
Polres TTU Tekankan Bahaya Perundungan
Materi dari Polres TTU menjadi sorotan. Hadir sebagai pemateri, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) TTU, Kompol Joni F. M. Sihombing, S.E., S.I.K., M.M., bersama Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres TTU, AKP I Made Seri.
Dalam pemaparannya, Kompol Joni menekankan pentingnya menghindari perundungan atau bullying.
“Perundungan itu bukan kenakalan biasa. Itu adalah awal dari kehancuran karakter. Hari ini mengejek, besok memukul, lusa berhadapan dengan hukum. Pelita Karya harus menjadi sekolah yang bebas dari perundungan,” tegasnya.
Menurut dia, perundungan dapat menimbulkan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi, serta berdampak pada tekanan mental, menurunnya kepercayaan diri, terganggunya hubungan sosial, hingga penurunan prestasi akademik.
Materi Bela Negara dari Yonif TP 877/Biinmaffo
Materi bela negara dan wawasan kebangsaan disampaikan oleh personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 877/Biinmaffo. Pemateri yang hadir ialah Komandan Peleton 2 Sayur dan Buah, Kompi Pertanian Yonif TP 877/Biinmaffo, Letda Inf. Vid Gerald Gultom, bersama Komandan Seksi Intelijen (Kasi Intel), Kompi Markas Yonif TP 877/Biinmaffo, Sersan Abdul Kadir Zaelani.
Keduanya mengajarkan materi wawasan kebangsaan, bela negara, serta latihan dasar peraturan baris-berbaris. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga penutupan.
Pihak Gugus Depan 081-082 menyampaikan terima kasih kepada Kamabigus, para pembina, dewan guru, panitia, Kakak-kakak Pramuka, masyarakat Naen dan pemerintah setempat di RT 028/RW 028 Kelurahan Tubuhue, serta para pemateri dari Dinas Kesehatan TTU, BPBD TTU, Polres TTU, dan Yonif TP 877/Biinmaffo yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.













