Disporapar Jombang Fasilitasi Jamaah Pengajian Berziarah Lewat Program Interkoneksi Wisata Religi

Foto: Peserta Interkoneksi Wisata Religi tiba di area makam Mbah Buyut Sona, Kec. Kabuh.
Foto: Peserta Interkoneksi Wisata Religi tiba di area makam Mbah Buyut Sona, Kec. Kabuh.

Jombang, 11 Mei 2025 — Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang melalui Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata kembali melanjutkan program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif pada triwulan II tahun anggaran 2025. Program ini merupakan inisiatif untuk mengedukasi dan mengenalkan destinasi wisata religi lokal kepada masyarakat.

Program yang telah diluncurkan pada 4 Desember 2024 oleh Pj. Bupati Jombang saat itu, Teguh Nutomo, M.M., kini terus dijalankan di masa kepemimpinan Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si. Kegiatan tahap kedua kembali digelar pada Sabtu, 10 Mei 2025, dengan memberangkatkan rombongan jamaah dari Dusun Paluombo, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Sebanyak 70 jamaah ibu-ibu pengajian Tahlil diberangkatkan menggunakan bus wisata milik Disporapar Jombang. Rombongan dipandu oleh tour leader dari Guk Yuk Jombang dan diajak berziarah ke empat lokasi wisata religi bersejarah di Jombang, yaitu:

  1. Makam Mbah Buyut Sona, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh

  2. Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung

  3. Makam KH. A. Wahab Hasbullah, kompleks PP. Bahrul Ulum, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang

  4. Makam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kompleks PP. Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek

Plt. Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Wiwin Istiqomah Budiningrum, S.IP., menyampaikan bahwa dengan menambahkan dua destinasi baru di luar kompleks pondok pesantren besar, pihaknya ingin mengenalkan tempat-tempat ziarah yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah.

Foto: Cungkup makam Mbah Sona terbuat dari kayu jati yang diukir.
Foto: Cungkup makam Mbah Sona terbuat dari kayu jati yang diukir.

“Makam Mbah Buyut Sona dikelola secara mandiri oleh warga, dan setiap bulan selalu ada kegiatan ziarah dari luar daerah. Bangunan di area makam ini juga unik dengan ukiran khas Jepara yang menjadi daya tarik tersendiri,” jelas Wiwin.

Area makam tersebut terkenal dengan keindahan ukiran kayu jati, termasuk pada nisan dan kijing makam, yang dikerjakan langsung oleh pengrajin dari Kabupaten Jepara.

Program ini juga memberi pengalaman baru bagi peserta. Titin (70), salah satu peserta ziarah, mengaku baru pertama kali mengunjungi makam Mbah Sayyid Sulaiman meski sebelumnya sudah beberapa kali diajak kerabat.

Foto: Area makam Mbah Sayyid Sulaiman, Kec. Mojoagung.
Foto: Area makam Mbah Sayyid Sulaiman, Kec. Mojoagung.

“Saya baru pertama kali ini ke makam Mbah Sayyid Sulaiman di Mancilan. Padahal sering diajak saudara, tapi baru bisa ikut sekarang setelah diajak Disporapar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jamaah Tahlil Dusun Paluombo, Siti Walijah, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini.

“Program ini sangat bermanfaat, membuat kami lebih akrab dan mengenal sejarah tokoh-tokoh penyebar Islam di Jombang,” ucapnya.

Foto: Peserta Interkoneksi Wisata Religi di area makam KH. Hasyim Asy'ari, Kec. Diwek.
Foto: Peserta Interkoneksi Wisata Religi di area makam KH. Hasyim Asy’ari, Kec. Diwek.

Disporapar Jombang berkomitmen melanjutkan program ini secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari promosi wisata religi sekaligus edukasi sejarah keislaman bagi masyarakat lokal.

Penulis: AYLA ROHMA, S.Kom.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *