Cegah Bullying Sejak Dini, SD NU Ma’arif 45 Gresik Gandeng Polsek Benjeng Sosialisasi Orang Tua

GRESIK – Guna menekan angka perundungan (bullying) dan kenakalan remaja sejak dini, SD NU Ma’arif 45 menggelar kegiatan Sosialisasi Orang Tua Siswa pada Jumat (16/10/2026). Acara strategis ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Sekolah SD NU Ma’arif 45, Muhammad Mahsun Arief, S.Pd., dan Kapolsek Benjeng, AKP Hendrawan.

Orang Tua Diminta Awasi Penggunaan Gawai

Kepala Sekolah SD NU Ma’arif 45, Muhammad Mahsun Arief, S.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan proses belajar dan pembentukan karakter siswa tidak bisa hanya mengandalkan pihak sekolah. Pihaknya meminta andil besar dari orang tua untuk memperketat pengawasan anak saat di rumah, terutama dalam penggunaan gawai (handphone).

“Proses belajar siswa-siswi memerlukan andil orang tua untuk ikut memperhatikan anak dalam pengawasan bermain HP maupun belajar di rumah. Karena waktu anak lebih lama di rumah daripada di sekolah,” ujar Muhammad Mahsun Arief.

Kecanduan Game Picu Kenakalan Remaja Usia Dini

Sementara itu, Kapolsek Benjeng AKP Hendrawan selaku pemateri kedua memaparkan analisisnya terkait faktor utama yang memicu kenakalan remaja saat ini. Menurutnya, kecanduan game di ponsel menjadi stimulus negatif yang kerap ditiru anak dalam berinteraksi dengan sebayanya.

Kapolsek menjabarkan beberapa poin krusial yang harus diwaspadai orang tua. Pertama, ekspresi negatif dari game. Anak yang terlalu sering bermain game di HP secara tidak langsung mengekspresikan tindakan agresif atau konten game tersebut kepada teman-temannya.

Kedua, matang sebelum waktunya. Dampak buruk paparan HP yang tidak terkontrol membuat anak-anak mengalami kedewasaan prematur atau lebih matang sebelum usia 15 tahun.

Ketiga, pergeseran usia kenakalan. Fenomena kenakalan anak remaja kini tercatat sudah dimulai sejak usia yang sangat dini, yaitu 10 tahun. Oleh karena itu, aktivitas bermain HP wajib dipantau ketat setiap harinya.

Pesan Kapolsek: Jangan Perkeruh Masalah Sekolah

Di akhir penyampaiannya, AKP Hendrawan memberikan pesan mendalam sekaligus imbauan tegas kepada seluruh orang tua murid yang hadir. Ia mengingatkan bahwa perselisihan atau kenakalan antar anak di lingkungan sekolah adalah hal yang sering terjadi, namun penyelesaiannya harus diserahkan kepada pihak sekolah secara bijak.

“Kenakalan anak di sekolah itu sering terjadi, tapi yang penting orang tua tidak ikut campur (secara berlebihan/emosional) sehingga tidak menyebabkan masalah semakin panjang,” pesan AKP Hendrawan.

Melalui sosialisasi ini, pihak sekolah dan Polsek Benjeng Gresik berharap tercipta sinergi yang kuat antara guru dan orang tua. Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan bagi siswa-siswi SD NU Ma’arif 45.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *