BULELENG – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buleleng resmi menggelar kejuaraan Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 di GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja, Sabtu (12/9/2026). Ajang ini diikuti sebanyak 435 atlet taekwondo dari berbagai wilayah di Bali.
Ketua Pengkab TI Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya turnamen terbuka ini. Menurutnya, kejuaraan kali ini menjadi momentum penting mengingat Buleleng telah vakum menyelenggarakan kejuaraan serupa selama kurang lebih enam tahun.
Jadi Ajang Try Out dan Pembinaan Berjenjang
Tujuan diadakannya kejuaraan ini juga berfungsi sebagai ajang try out sekaligus pembinaan berjenjang melalui sistem klasifikasi atau layering atlet. Langkah ini dilakukan untuk membentuk tim bayangan sekaligus menjaring atlet potensial yang diproyeksikan mengisi kuota kontingen Buleleng di ajang Porjar maupun Porprov 2027.
Sementara itu, Ketua Panitia Putu Sadnyana menjelaskan kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, yakni 12–13 September 2026, ini mempertandingkan dua kategori. Kategori Kyorugi diikuti 403 atlet dan kategori Poomsae diikuti 32 atlet.
Kelompok usia yang dipertandingkan meliputi Super Pra-Cadet, Pra-Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior, baik kelas Pemula maupun Prestasi. Adapun total 435 peserta berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali, di antaranya Denpasar, Badung, Bangli, Gianyar, Jembrana, Tabanan, dan Buleleng.
Tuan Rumah Turunkan 93 Atlet
Selaku tuan rumah, Buleleng tidak main-main dengan menurunkan 93 atlet. “Kedepannya, kami merencanakan untuk membuka kejuaraan ini hingga tingkat nasional,” tandasnya.
Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 menjadi ajang pertama kali digelar setelah sekian lama vakum.














