Bidik Kursi Hukum Tua Rinondoran, Meiyer Sahanggamu Siapkan 9 Jurus Jitu Bangun Desa!

MINAHASA UTARA – Pemilihan Hukum Tua (Kepala Desa) Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, makin memanas. Calon Hukum Tua, Meiyer Sahanggamu, mantap melangkah maju dengan membawa ‘senjata’ sembilan program prioritas andalan.

Mengusung slogan “Desa Maju, Masyarakat Sejahtera”, Meiyer menaruh fokus besar pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi warga, hingga penyelesaian masalah infrastruktur menahun di desa tersebut.

Layanan Tanpa Libur & Genjot Lapangan Kerja

Jurus pertama yang ditawarkan Meiyer adalah gebrakan layanan administrasi satu pintu yang tak hanya buka pada hari kerja. Lewat program ini, warga akan dibantu penuh mengurus KTP, KK, Akta, hingga BPJS/JKN-KIS tanpa ribet.

Tak hanya urusan kertas, Meiyer juga membidik sektor ketenagakerjaan. Ia berencana mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan menggandeng dana CSR perusahaan untuk melatih warga yang belum bekerja agar memiliki skill mumpuni.

Dongkrak BUMDes, Budaya, hingga Fasilitas Olahraga

Dari sektor ekonomi, Meiyer bertekad membenahi pengelolaan BUMDes dan mendorong lahirnya pasar rakyat. Hasil bumi dari petani, peternak, dan nelayan lokal akan dikelola agar memiliki nilai jual lebih tinggi, termasuk mengolah bahan baku menjadi pakan ternak. Masalah klasik soal jadwal distribusi air bersih juga masuk dalam daftar pembenahannya.

Di sektor kepemudaan dan sosial, ia menjanjikan pembangunan fasilitas olahraga dan pembinaan bakat sejak dini. Tak ketinggalan, kearifan lokal seperti tradisi Tulude, musik bambu, dan masamper akan terus dihidupkan dengan melibatkan tokoh agama dan pemuda setempat.

Sulap Mangrove Jadi Cuan & Atasi Banjir Jaga V

Melihat potensi alam Likupang Timur, Meiyer bersiap menyulap kawasan hutan bakau (mangrove) menjadi magnet wisata baru. Pengelolaannya akan membuka lapangan kerja bagi warga lokal dan mengalirkan pendapatan tambahan untuk kas desa.

Urusan infrastruktur juga tak luput dari bidikan. Meiyer menargetkan pengaspalan jalan penghubung Jaga IV menuju Jaga V, serta pemasangan paving block di lorong-lorong desa.

Terakhir, ia berani mengambil sikap untuk menuntaskan langganan banjir di Jaga V. “Rencananya akan ada penggantian gorong-gorong dengan kapasitas yang lebih besar serta pembersihan sedimentasi pasir dan sampah yang menyumbat aliran sungai ke laut,” jelasnya.

Meski ke-9 program ini terlihat ambisius, realisasinya kelak tentu membutuhkan perencanaan matang, sinergi anggaran desa, dan dukungan penuh dari masyarakat Rinondoran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *