Berani Banget! Linmas di Klaten Todong Bupati Minta Jatah HT dan Insentif, Begini Jawabannya

KLATEN — Momen unik sekaligus menggelitik mewarnai jalannya acara Sambung Rasa Bupati Klaten di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, pada Rabu (7/10/2025). Seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dengan berani unjuk gigi menodong langsung pucuk pimpinan Kabupaten Klaten tersebut demi menuntut kelengkapan fasilitas dan uang insentif.

Curhat Blak-blakan Minta HT hingga Uang Insentif

Kejadian ini bermula ketika sesi curahan hati (curhat) dibuka untuk warga. Anggota Linmas tersebut tanpa ragu maju ke depan dan berbicara dengan suara lantang. Ia mendesak pemerintah agar lebih melek terhadap kondisi sarana dan prasarana penunjang tugas keamanan di lapangan.

Fasilitas yang paling ia soroti adalah kelengkapan rambu-rambu serta alat komunikasi berupa Handy Talkie (HT) yang sangat krusial saat berjaga. Namun, momen yang paling memancing tawa penonton adalah ketika ia mulai menyinggung urusan kesejahteraan atau “uang lelah”.

“Terutama sarana prasarana rambu-rambu, alat komunikasi (HT). Kemudian ini yang paling penting, mengenai insentif. Biarpun tidak seberapa,” celetuk anggota Linmas tersebut secara blak-blakan, yang langsung disambut gelak tawa riuh dari warga yang hadir.

Jawaban Realistis Bupati Bikin Warga Riuh Tepuk Tangan

Mendapat “todongan” spontan dari garda terdepan keamanan desa tersebut, Bupati Klaten langsung memberikan respons. Ia secara terbuka mengakui betapa vitalnya peran Linmas yang harus rela terjaga siang dan malam demi kondusivitas wilayah.

Namun, terkait pencairan insentif, Bupati memberikan penjelasan yang realistis mengenai kendala regulasi anggaran dari pusat. Ia membeberkan bahwa porsi penggunaan Dana Desa saat ini sangat terbatas.

“Satu per satu kita berkolaborasi dengan Pak Kades. Tapi untuk insentif itu agak susah, karena dana desa tinggal 30 persen. Tapi ke depan pelan-pelan kita penuhi,” jawab Bupati memberikan komitmennya.

Jawaban yang jujur dan menjanjikan solusi bertahap itu sontak mengundang tepuk tangan meriah dari warga. Melalui acara Sambung Rasa yang berlangsung hangat ini, warga Jatipuro sangat berharap janji pemenuhan HT dan insentif tersebut tidak sekadar wacana, melainkan bisa segera direalisasikan demi menghargai keringat para Linmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *