KLATEN – Dalam rangka memeriahkan Hari Pramuka dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SD Negeri 2 Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, menggelar rangkaian kegiatan selama dua hari, 14–15 Agustus 2026.
Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari malam tirakatan, ulang janji, upacara Hari Pramuka, hingga perlombaan yang dikemas unik dengan nuansa tradisional.
Hidupkan Kembali Permainan Tradisional
Berbeda dari kegiatan sekolah pada umumnya, SDN 2 Bulurejo tidak hanya menggelar perlombaan modern. Sekolah justru menghadirkan berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan anak-anak.
Beberapa permainan yang dilombakan antara lain Gobak Sodor, Engklek, Kasti, serta sejumlah permainan tradisional lainnya.
Permainan tersebut sengaja dipilih karena di tengah perkembangan teknologi digital, permainan tradisional mulai ditinggalkan anak-anak akibat semakin tingginya penggunaan gadget dan telepon seluler.
Kepala SDN 2 Bulurejo, Widodo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghidupkan kembali budaya permainan anak bangsa yang mulai tergerus zaman.
“Karena apa kita memilih kegiatan yang tradisional? Karena di zaman sekarang ini kegiatan tradisional hampir dilupakan oleh anak-anak. Anak-anak banyak yang bermain HP, gadget dan lain sebagainya. Kita tetap menghidupkan, jangan sampai melupakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tradisional tinggalan nenek moyang kita,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Siswa Antusias Ikuti Lomba
Lapangan sekolah tampak ramai oleh aktivitas para siswa. Sorak-sorai dan tawa terdengar saat mereka mengikuti berbagai permainan tradisional.
Para siswa terlihat antusias berlari mengejar lawan dalam permainan Gobak Sodor, melompat mengikuti petak Engklek, hingga memukul bola dalam permainan Kasti.
Menurut Widodo, antusiasme siswa menunjukkan bahwa permainan tradisional tetap dapat menjadi kegiatan yang menarik bagi generasi muda apabila dikemas dengan baik.
“Tanggapan anak alhamdulillah sangat antusias terkait dengan kegiatan-kegiatan lomba tradisional ini, tidak kalah dengan kegiatan-kegiatan yang model zaman sekarang yang bermain HP,” tambahnya.
Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Leluhur
Widodo juga berpesan kepada generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan berbagai warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur.
“Pesan saya untuk anak-anak muda sekarang, tetaplah kita nguri-nguri apa yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita. Jangan sampai hal-hal yang sifatnya tradisional ini kita tinggalkan,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 2 Bulurejo berharap nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama tim, dan kecintaan terhadap budaya dapat terus tertanam dalam diri siswa sejak dini.
Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari nostalgia masa lalu, tetapi tetap hidup dan dimainkan oleh generasi penerus.












