Mahasiswa STIP Yashafa Kunjungi Pantai Cemara Indah, Soroti Ancaman Abrasi

ACEH SINGKIL – Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa mengunjungi kawasan wisata Pantai Cemara Indah di Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (19/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan sekaligus sosialisasi dengan para pelaku usaha di kawasan wisata. Para mahasiswa mendatangi sejumlah kafe untuk menggali informasi mengenai potensi wisata dan daya tarik Pantai Cemara Indah bagi pengunjung.

Tak hanya mempelajari potensi pariwisata, para mahasiswa juga menyoroti kondisi abrasi yang disebut terus terjadi dan mengikis bibir pantai dari tahun ke tahun.

Gali Potensi Wisata hingga Berdialog dengan Pemilik Kafe

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan sejumlah pemilik kafe yang beroperasi di sekitar Pantai Cemara Indah.

Mereka menggali informasi mengenai berbagai faktor yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung, mulai dari keindahan pantai, suasana kawasan, hingga potensi pengembangan wisata ke depan.

Salah seorang mahasiswa STIP Yashafa, Angiat Tinambunan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan mata kuliah agrowisata.

“Kehadiran kami di sini untuk memenuhi salah satu kegiatan mata kuliah, yaitu agrowisata, sekaligus bersosialisasi dengan para pemilik kafe yang ada di Pantai Cemara Indah,” ujar Angiat.

Selain melakukan kegiatan akademik, para mahasiswa juga menikmati suasana Pantai Cemara Indah yang menawarkan pemandangan laut, suara ombak, serta udara pantai yang sejuk.

Mahasiswa Soroti Abrasi di Pantai Cemara Indah

Di balik potensi wisata yang dimiliki, mahasiswa menemukan persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius, yakni abrasi pantai.

Ketua BEM STIP Yashafa, Rafi Pratama, mengatakan abrasi disebut kerap terjadi setiap tahun sehingga berpotensi membuat garis pantai semakin terkikis.

“Selain bersosialisasi, kami sangat menikmati keindahan pantai ini. Namun, satu hal yang kami lihat adalah abrasi yang sering terjadi setiap tahunnya sehingga bibir pantai semakin lama semakin terkikis,” kata Rafi.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait agar kerusakan pesisir tidak semakin meluas dan berdampak terhadap keberlangsungan kawasan wisata.

Minta Pemerintah Beri Perhatian

Rafi berharap pemerintah dan instansi terkait dapat melihat langsung kondisi Pantai Cemara Indah serta mempertimbangkan langkah penanganan abrasi.

“Saran kami kepada pemerintah, tolong lihat keadaan Pantai Cemara Indah ini. Kami rasa abrasi merupakan persoalan yang harus dipikirkan dan mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Para mahasiswa menilai Pantai Cemara Indah memiliki potensi wisata yang perlu dijaga dan dikembangkan. Penanganan persoalan lingkungan dinilai penting agar keindahan kawasan pesisir tersebut tetap dapat dinikmati masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Mereka berharap perhatian terhadap persoalan abrasi dapat ditingkatkan sehingga keberadaan Pantai Cemara Indah sebagai salah satu destinasi wisata di Aceh Singkil dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *