KUTAI BARAT – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menjadi perhatian warga. Kondisi kabut asap yang dilaporkan semakin tebal menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Warga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait agar lebih serius dan bergerak cepat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga menjadi penyebab munculnya kabut asap tersebut.
Minta Pencegahan, Bukan Hanya Pemadaman
Masyarakat berharap penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran meluas, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan pemantauan secara berkala. Upaya pemadaman di titik-titik kebakaran dinilai perlu dilakukan secara maksimal agar api tidak terus meluas dan memperburuk kondisi udara.
“Pemerintah harus lebih serius menangani kebakaran hutan ini. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban kabut asap. Kami berharap ada tindakan nyata di lapangan agar kondisi ini segera teratasi,” ujar warga.
Selain mendesak percepatan pemadaman, warga juga berharap pemerintah meningkatkan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, aparat setempat, serta masyarakat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kelompok Rentan Jadi Perhatian
Kabut asap yang semakin tebal juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari mendeteksi titik panas, memperkuat upaya pemadaman, hingga menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara ilegal.
Warga menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan tindakan nyata dan kerja sama semua pihak. Mereka berharap kabut asap di Kutai Barat segera berkurang sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.












