Rakorda ICCN Jatim 2026 Digelar di Blitar, Emil Dardak Dorong Kolaborasi Ekonomi Kreatif Antardaerah

BLITAR – Penguatan jejaring dan kolaborasi antardaerah menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jawa Timur 2026. Mengusung tema “Jatim Creative Connect”, kegiatan ini digelar di Aula Candi Penataran, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/10/2026).

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Bupati Pasuruan H. M. Rusdi Sutejo, S.M., Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, S.H.I., serta sejumlah pengurus ICCN dan pejabat terkait.

Rakorda ini menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah daerah, komunitas ekonomi kreatif, dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi unggulan masing-masing daerah.

Ruang Kolaborasi Antardaerah

Bupati Blitar Rijanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakorda ICCN Jawa Timur 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda koordinasi semata, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan kerja sama yang berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi kreatif.

Menurutnya, pertemuan ini penting untuk memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan antardaerah.

Rijanto juga berharap hasil Rakorda dapat memberikan manfaat langsung bagi para pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, potensi lokal diharapkan bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Emil Dardak: Sinergi Kunci Pertumbuhan Ekraf

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi membuka Rakorda Jatim Creative Connect 2026. Dalam sambutannya, Emil mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk terus membangun jejaring bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Emil menilai, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi yang dimiliki setiap daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat saling mendukung dan berkembang bersama.

Melalui Rakorda ICCN Jawa Timur 2026, penguatan konektivitas antarkota dan kabupaten diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Dengan begitu, ekonomi kreatif tidak hanya menjadi ruang aktualisasi ide dan inovasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta memberikan dampak bagi masyarakat.

Tantangannya kini adalah memastikan gagasan yang lahir dari forum koordinasi ini berlanjut menjadi program nyata. Sebab, potensi ekonomi kreatif di setiap daerah akan lebih berarti ketika didukung kolaborasi yang konsisten, kebijakan yang tepat, dan keterlibatan aktif para pelakunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *