Sah! Mahanni Dilantik Jadi Wabup Klaten Gantikan Almarhum Suami, Gubernur Luthfi Titip Pesan Khusus

SEMARANG – Mahanni Yulindha Pratiwi resmi mengemban amanah sebagai Wakil Bupati (Wabup) Klaten untuk sisa masa jabatan 2025–2030. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (12/10/2026).

Pelantikan Mahanni ini menjadi momen yang sarat makna, lantaran ia meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari sang suami, mendiang Benny Indra Ardhianto, yang meninggal dunia pada Februari 2026 silam. Sebelumnya, Mahanni terpilih mulus setelah menyapu bersih dukungan 49 suara dewan dalam rapat paripurna DPRD Klaten pada Agustus lalu.

PR Berat: Angka Kemiskinan di Atas Rata-Rata Provinsi

Dalam arahannya, Gubernur Luthfi memberikan wejangan khusus terkait pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti duet kepemimpinan Klaten. Fokus utamanya adalah soal pengentasan kemiskinan yang wajib digenjot.

Luthfi membeberkan fakta bahwa berdasarkan data 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Klaten masih bertengger di angka 11 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di level 9,39 persen. Sementara itu, tren pertumbuhan ekonominya baru menyentuh 4,62 persen, tertinggal dari angka provinsi yang sukses mencapai 5,37 persen.

Kondisi tersebut dinilai harus segera direspons cepat oleh kepemimpinan daerah. “Wabup diharapkan berperan aktif dalam mengendalikan program pengentasan kemiskinan melalui koordinasi dengan bupati dan seluruh perangkat daerah,” pesan Luthfi.

Haram Jalan Sendiri, Wajib ‘Satu Paket’

Selain urusan kesejahteraan warga, Gubernur Luthfi mewanti-wanti pentingnya chemistry dan soliditas tingkat tinggi antara Mahanni dengan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Keduanya dituntut untuk saling menopang dan mengedepankan asas collaborative government.

Terlebih lagi, Klaten memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Potensi emas ini diyakini hanya bisa digarap maksimal jika bupati dan wakilnya kompak tanpa ada ego sektoral.

“Pokoknya harus satu paket dalam rangka mengembangkan. Saya yakin beliau berdua akan setuju. Collaborative government antara wakil dan bupati menjadi kunci yang utama,” tegas Luthfi mewanti-wanti.

Momen pelantikan bersejarah ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko, jajaran Forkopimda, hingga dua mantan Bupati Klaten, yakni Sunarna (2005–2015) dan Sri Mulyani (2017–2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *