Tembus Rp 3,4 Miliar! Senator Rudy Tirtayana Borong Ukiran Asmat Rp 38 Juta Sesuai Umur Festival

AGATS – Pergelaran seni budaya tahunan bergengsi, Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38, resmi ditutup dengan catatan rekor fantastis di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Sabtu (10/10/2026). Nilai lelang karya seni sepanjang festival ini sukses menembus angka Rp 3,405 miliar!

Capaian gemilang miliaran rupiah tersebut disumbang dari penjualan 213 mahakarya ukiran dan 83 anyaman eksotis hasil kreasi tangan dingin para seniman serta pengrajin lokal Asmat.

Simbol HUT ke-38, Borong Ukiran Rp 38 Juta

Puncak penutupan festival ini semakin semarak dengan kehadiran Anggota DPD RI utusan Papua Selatan, Rudy Tirtayana. Tak sekadar hadir, sang senator langsung ‘turun gelanggang’ memborong karya seniman lokal pada sesi lelang.

Rudy secara khusus merogoh kocek sebesar Rp 38 juta untuk membawa pulang sebuah karya ukiran pahatan Rahel Yuwutakaim, pengukir berbakat asal Kampung Yasiuw, Distrik Atsj. Menariknya, nominal Rp 38 juta tersebut sengaja dipilih Rudy sebagai simbol penghormatan dan selebrasi atas usia penyelenggaraan Festival Asmat Pokman yang kini genap menginjak 38 tahun.

Suntikan Segar untuk Ekonomi Lokal

Melihat perputaran uang yang masif, Bupati Asmat, Thomas, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang ikut memborong karya seni, mulai dari jajaran ASN, PPPK, hingga tenaga honorer dan kontrak.

“Perputaran uang yang mencapai Rp 3,4 miliar ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian masyarakat lokal, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sempat lesu akibat penyesuaian anggaran,” tegas Bupati Thomas dalam pidato penutupannya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih atas pengamanan solid dari jajaran TNI-Polri, serta dukungan langsung tokoh nasional seperti Senator Rudy Tirtayana. Kehadiran berbagai pihak ini dinilai sukses memperkuat gaung pelestarian identitas budaya seni ukir Asmat di kancah nasional, sekaligus menjadi motor penggerak roda ekonomi pariwisata di wilayah selatan Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *