SINGAPURA – Kabut asap pekat imbas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia terus memakan ‘korban’ di negara tetangga. Imbasnya, Singapura kini menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia!
Berdasarkan data perusahaan pemantau kualitas udara IQAir pada Rabu (7/10/2026) sore, kualitas udara di Negeri Singa tersebut terjun bebas masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi memprihatinkan ini bahkan sukses menggeser posisi Kuala Lumpur, Malaysia, yang sebelumnya bertengger di urutan pertama, turun ke peringkat kedua.
Situasi kelam ini rupanya belum mereda. Pada Jumat (9/10/2026), Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam di wilayah tengah mencapai angka 192. Angka ini merupakan rekor polusi tertinggi sepanjang tahun 2026 di negara tersebut.
Pihak NEA memberikan peringatan keras bahwa kondisi kabut asap ini berpotensi makin parah. Faktor cuaca kering dan arah angin terus membawa partikel asap dari titik-titik api di kawasan Sumatra dan Kalimantan menyeberangi lautan menuju wilayah Asia Tenggara lainnya.
Singapura Turun Tangan Tawarkan Bantuan ke RI
Merespons krisis udara ini, Pemerintah Singapura tak tinggal diam. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, dilaporkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.
Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (10/10/2026), Grace Fu menyatakan bahwa negaranya siap memberikan sokongan bantuan yang diperlukan Indonesia guna menjinakkan amukan si jago merah. Kerja sama regional dinilai sangat krusial mengingat fenomena tahunan ini selalu berdampak luas hingga mengganggu roda ekonomi, pariwisata, dan transportasi lintas negara.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Singapura telah mengeluarkan warning keras kepada warganya untuk selalu memantau indeks udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Paparan partikel halus kabut asap ini sangat berisiko memicu iritasi hingga memperburuk kondisi penderita gangguan pernapasan dan jantung.
Sebagai langkah antisipasi darurat, Pemerintah Singapura kini telah bersiaga penuh untuk mendistribusikan masker N95 bagi warganya jika indeks pencemaran terus meroket tajam ke level berbahaya.












