NGANJUK – Tembok pembatas antara murninya teori akademik kampus dan kerasnya dinamika praktik hukum di lapangan perlahan mulai dirobohkan. Badan Pengurus Cabang Persatuan Advokat Indonesia (BPC PERADIN) Nganjuk resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) KH. Zainuddin Mojosari.
Pertemuan lintas sektor yang berlangsung cair dan penuh keakraban ini digelar pada Selasa (6/10/2026). Rombongan BPC PERADIN Nganjuk yang dikomandoi langsung oleh Ketua Teguh Ariyanto, M.H., dan Sekretaris Afiful Huda, M.H., disambut hangat oleh Wakil Ketua STAI, Abdul Hakim, M.H., serta Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam, Wildanul Ulum, M.H.
Cetak Mahasiswa Siap Tempur
Sinergi ini digagas sebagai jembatan emas bagi para mahasiswa agar tidak hanya jago berteori di ruang kelas. Melalui kolaborasi ini, PERADIN siap menularkan ilmu lapangan terkait sengkarut penanganan perkara di dunia nyata.
Beberapa draf program menjanjikan yang tengah digodok meliputi penyelenggaraan kuliah tamu oleh para praktisi, seminar, hingga Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Tak ketinggalan, terbuka pula peluang magang bagi mahasiswa di berbagai kantor advokat mitra PERADIN Nganjuk.
“Sinergi ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa serta mendorong pengembangan pendidikan hukum yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan praktik di lapangan,” ujar Ketua BPC PERADIN Nganjuk, Teguh Ariyanto.
Buka Keran Bantuan Hukum Gratis
Bukan cuma fokus urusan pendidikan, aliansi kampus dan praktisi hukum ini juga melirik sektor pengabdian masyarakat. Kedua pihak sepakat untuk menggarap program penyuluhan hukum, serta membuka keran konsultasi dan bantuan hukum secara cuma-cuma (gratis) bagi warga Nganjuk yang membutuhkan akses keadilan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi sarana jitu untuk mendongkrak kesadaran hukum masyarakat akar rumput, sekaligus memperluas jangkauan kontribusi perguruan tinggi dan organisasi advokat.
Penjajakan antara dua kutub hukum di Kabupaten Nganjuk ini dipastikan bakal segera bermuara pada kesepakatan konkret demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang cerdas secara teori, namun juga tajam saat terjun membela masyarakat luas.












