KLATEN – Transformasi besar-besaran yang dilakukan Rumah Sakit Umum (RSU) ‘Aisyiyah Klaten berbuah manis. Baru berumur tiga tahun sejak ‘naik kelas’ dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) menjadi RSU, rumah sakit ini sukses mencatatkan perkembangan yang terbilang fantastis.
Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit tersebut kini menembus angka 82,55 persen dari total 147 tempat tidur. Sebuah pencapaian gemilang yang membuktikan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat.
Direktur RSU ‘Aisyiyah Klaten, dr. Siti Kundariyah, membeberkan kunci kesuksesan ini di sela-sela acara Tasyakuran Milad ke-3 yang digelar sederhana namun khidmat di Gedung KBIH Arafah, Klaten Utara, Sabtu (10/10/2026).
Buka 13 Poli Spesialis Tanpa Tinggalkan ‘Akar’
“Dulunya kita adalah rumah sakit ibu dan anak. Tiga tahun tentunya kami sudah menambah beberapa pelayanan selain ibu dan anak, kalau tidak salah ada tiga belas poli spesialis yang sudah ada,” ujar dr. Siti Kundariyah bangga.
Fasilitas anyar itu tak main-main, meliputi poli bedah, anak, penyakit dalam, bedah tulang, jantung, paru, saraf, THT, mata, hingga rehab medik.
Meski kini berstatus RSU, dr. Siti menegaskan pihaknya tidak akan mencabut ‘akar’ mereka. Pelayanan paripurna ibu dan anak tetap dipertahankan sebagai layanan unggulan, seperti fisioterapi gangguan tumbuh kembang, terapi wicara, dan terapi okupasi.
Guyur Zakat untuk Ratusan Guru & Dropping Air Bersih
Di luar urusan medis, momentum perayaan Milad ke-3 ini juga diwarnai dengan aksi sosial besar-besaran. Pihak manajemen secara khusus men-tasaruf-kan (menyalurkan) dana zakat kepada 400 pahlawan tanpa tanda jasa, yakni guru TK dan PAUD se-Kabupaten Klaten.
Tak berhenti di situ, RSU ‘Aisyiyah juga peka terhadap krisis kekeringan yang tengah melanda wilayah pelosok.
“Selain itu kemarin kami mengadakan bantuan air bersih ke Kemalang sebanyak dua puluh tangki, karena memang musim kemaraunya cukup panjang,” beber sang direktur.
Incar Akreditasi Paripurna & Gedung Eksekutif 2027
Melihat animo pasien yang terus membeludak, RSU ‘Aisyiyah langsung tancap gas merancang ekspansi. dr. Siti memasang target tinggi untuk meraih hasil maksimal dalam penilaian akreditasi pada September 2027 mendatang.
Proyek ambisius pembangunan gedung baru juga tengah dikebut agar siap beroperasi di tahun yang sama.
“Sehingga pelayanan rawat jalan yang selama ini kondisinya terbatas bisa terlayani dengan baik. Nanti di samping ada pelayanan poli spesialis umum, kami juga akan mengembangkan poli eksekutif di sana,” pungkas dr. Siti optimistis.












