KLATEN – Di tengah sorotan nasional terkait temuan ruang mewah di salah satu Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Klaten memastikan kondisi internal tetap kondusif dan tidak ada perbedaan fasilitas kamar bagi warga binaan.
Koordinator Tim Humas Lapas Kelas IIB Klaten, Agih Saptrias, menegaskan seluruh kamar hunian memiliki fasilitas yang sama tanpa ada perlakuan khusus.
“Di Klaten kondusif, kita bekerja sesuai dengan SOP, tidak ada diskriminasi, semua sama. Pembinaan juga berjalan dengan baik,” tegas Agih saat ditemui wartawan, Senin (29/9/2026).
Saat ini, Lapas Klaten dihuni sebanyak 272 warga binaan. Agih memastikan seluruh warga binaan dalam keadaan sehat dan mendapatkan pengawasan serta pelayanan kesehatan secara rutin.
Layanan Kesehatan Standby 24 Jam
Untuk layanan kesehatan, Lapas Klaten memiliki klinik dengan 1 dokter dan 3 perawat. Bahkan ada perawat yang standby di rumah dinas untuk mengantisipasi warga binaan yang sakit pada malam hari.
“Kita punya klinik dengan 1 dokter 3 perawat, ada perawat yang standby di rumah dinas, sehingga jika ada warga binaan yang sakit malam hari, perawat standby,” katanya.
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan lebih lanjut jika ada kasus yang memerlukan rujukan.
“Kita juga bekerja sama dengan RSUP Soeradji Tirtonegoro, jika perlu ditindaklanjuti atau memang parah, kita langsung larikan ke sana sesuai SOP,” ujarnya.
24 Warga Binaan Kejar Ijazah Paket A, B, dan C
Selain pengawasan, Lapas Klaten juga fokus pada pembinaan. Dua program utama yang dijalankan adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.
Menariknya, Lapas Klaten juga menjalin kerja sama dengan PKBM Harapan Bangsa untuk memberikan hak pendidikan bagi warga binaan yang putus sekolah.
“Kami bekerja sama dengan PKBM Harapan Bangsa, jadi untuk warga binaan yang putus sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah Paket A, B, maupun C. Saat ini ada 24 yang mengikuti, seminggu dua kali pengajar datang ke sini,” jelasnya.
Dengan program pendidikan tersebut, diharapkan warga binaan setelah bebas dapat memiliki bekal pendidikan formal untuk kembali ke masyarakat.
Agih menambahkan, Lapas Kelas IIB Klaten berkomitmen penuh untuk menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara transparan, profesional, dan sesuai SOP, serta memastikan seluruh layanan dan pembinaan berjalan tanpa diskriminasi.












