KLATEN – Komisi 2 DPRD Kabupaten Klaten mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten dan Perumda PDAM Tirta Merapi Klaten dalam pemanfaatan air bersih dari Umbul Ingas Cokro, Tulung.
Apresiasi itu disampaikan Ketua Komisi 2 DPRD Klaten, Agus Riyanto, saat kunjungan kerja ke PDAM Tirta Merapi dan Umbul Ingas Cokro.
“Kami dari Komisi 2 DPRD Kabupaten Klaten mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Klaten khususnya PDAM Tirta Merapi, karena mulai 2024 air dari Umbul Ingas Cokro ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Agus Riyanto.
Dimanfaatkan 14.000 Pelanggan
Sebelum Umbul Ingas Cokro dimanfaatkan, PDAM Tirta Merapi telah mengelola beberapa sumber mata air, yakni Umbul Ponggok, Sigedang, dan Nilo. Saat ini total pelanggan PDAM hampir mencapai 55.000 pelanggan yang tersebar di 23 kecamatan dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten.
Umbul Ingas Cokro sendiri memiliki total debit 130 liter per detik. Air tersebut kini dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat di Kota Klaten, dan cakupannya meluas hingga Karangdowo, Cawas, serta wilayah sekitarnya.
“Jadi tadi dipaparkan oleh Pak Dirut, bisa dipergunakan untuk 14.000 pelanggan,” katanya.
Prestasi 5 Tahun Berturut-turut
Untuk kinerja, PDAM Tirta Merapi mencatat prestasi membanggakan. Selama 5 tahun berturut-turut, PDAM Klaten menempati peringkat 1 se-Jawa Tengah dan masuk 5 besar nasional dari sisi efisiensi kinerja dari auditor BPKP dan BPK.
Menurutnya, proses pemanfaatan air dari Umbul Ingas Cokro terbilang sangat cepat. Penugasan dari Bupati Klaten Sri Mulyani baru diberikan pada tahun 2022, namun pada 2024 sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dampaknya, keluhan pelanggan PDAM di wilayah Kota Klaten kini berkurang signifikan.
“Salah satunya yang saya tahu karena saya kebetulan di kota, keluhan dari pelanggan PDAM di kota khususnya di Griya Prima, Gergunung, Belang Wetan ini sekarang sudah hampir tidak ada keluhan,” ungkapnya.
Tlogowatu Jadi Prioritas
PDAM mengakui masih ada beberapa wilayah yang belum tersentuh layanan air bersih. Wilayah tersebut akan menjadi prioritas pengembangan ke depan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Tlogowatu, desa di lereng Merapi, Kecamatan Kemalang, yang kebutuhan air bersihnya belum sepenuhnya tercukupi. Saat ini PDAM tengah berproses menaikkan air dari Tangkil ke wilayah atas untuk desa tersebut.
Komisi 2 DPRD Klaten berharap pelayanan PDAM bisa semakin meluas, tidak hanya bertumpu pada sumber mata air dari Umbul Cokro.
“Harapan kami nanti se-Kabupaten Klaten yang memerlukan pelayanan air bersih bisa dilayani oleh PDAM,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus dalam rangka pengawasan DPRD terhadap 10 program prioritas Bupati Klaten.
“Ini kan dalam rangka juga kami mengawasi 10 program prioritas Bupati ini berjalan baik atau tidak, ternyata dari sisi penyediaan air bersih menurut kami berjalan dengan baik. Dari program prioritas yang pertama kan dalam alus, padang, banyu lancar. Banyu lancarnya ini sudah bisa terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.












