Sarasehan budaya bertajuk “Lentera Bersinar Lagi: Arus Balik Kebudayaan; Gresik Sebagai Kota Perdagangan dan Peradaban” digelar di teras Gedung DPRD Gresik, Jumat malam (16/5/2025). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Pameran Lukisan Sanggar Lentera yang berlangsung sejak Rabu (14/5).
Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong masa depan Gresik. Ia menyebut masa kejayaan Gresik di masa lampau bisa menjadi inspirasi kebangkitan kembali melalui jalur kebudayaan.
“Jika ingin Gresik kembali berjaya, peningkatan SDM adalah keharusan. Kita harus punya nilai lebih, sebagaimana para seniman Lentera yang memamerkan karya-karya terbaik mereka selama tiga hari ini,” ujar Syahrul.
Sarasehan yang dimoderatori pendiri Sanggar Lentera, Kris Adji AW, menghadirkan berbagai pelaku, pemerhati, dan penikmat budaya dari Gresik. Acara dibuka dengan penampilan musik klasik oleh M. Dzun Nun Aulia, seniman muda dan anggota Dewan Kebudayaan Gresik (DKG), serta disusul pembacaan Macapat Gresikan oleh Bening Choirul Anam, penerus maestro macapat almarhum Mbah Mat Kauli.
Syahrul juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah melalui jalur kebudayaan dan partisipasi sosial. “Pemerintah dan dewan tidak bisa mengawasi semua sektor. Maka partisipasi dan kontrol masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Sarasehan ini mempertegas semangat kebangkitan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan Gresik di masa mendatang, menjadikan seni dan tradisi sebagai jalan pulang menuju peradaban yang berakar kuat di tanah sendiri.













