Sudah 4 Bulan Tak Digaji, 10 Pegawai Perumda Panglungan Wonosalam Menanti Kepedulian

Meski berada di tengah kebun produktif dengan omzet yang disebut mencapai miliaran rupiah, 10 pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Panglungan, Wonosalam, Kabupaten Jombang, mengaku belum menerima gaji selama empat bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga April 2025.

Hal itu diungkapkan dua pegawai tetap, Eko dan Agung, kepada awak media saat ditemui di lokasi perkebunan, Senin (28/4/2025).

“Bukan hanya kami berdua, total ada 10 orang yang belum digaji sejak Januari. Sementara 9 rekan kami yang berstatus karyawan lepas malah diberhentikan per 2 Mei mendatang,” ujar Eko, petugas keamanan di area tersebut.

Ironisnya, menurut Eko dan Agung, hasil dari perkebunan Panglungan terbilang melimpah. Dengan lahan seluas sekitar 10 hektare yang ditanami ribuan tanaman produktif, Perumda Panglungan memiliki potensi pendapatan besar.

“Dari kopi saja saat panen bisa mencapai 5 ton. Itu hasilnya bisa ratusan juta. Belum lagi 400 pohon durian, kalau per pohon hasilnya setara Rp1 juta saja, totalnya bisa Rp400 juta,” jelas Agung.

Tanaman lainnya seperti petai, jambu biji, sirsak, buah naga, dan belimbing juga turut menyumbang hasil panen yang bernilai. Namun, para pekerja yang menjadi ujung tombak pemeliharaan dan keamanan kebun justru belum merasakan imbalan yang layak.

“Gaji kami Rp1,2 juta per bulan. Meski kecil, kami tetap bersyukur. Tapi sekarang sudah 4 bulan belum gajian. Untuk hidup, kami terpaksa pinjam ke tetangga dan teman,” tutur Eko, dengan nada sendu yang membuat awak media menahan haru.

Di tengah kondisi tersebut, para pegawai juga mendengar kabar bahwa lahan Perumda Panglungan akan dialihfungsikan untuk pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sebagaimana wacana yang disampaikan Bupati Jombang, Warsubi. Rencana itu disambut positif oleh warga, terutama masyarakat Panglungan dan sekitarnya.

Namun, para pegawai berharap sebelum rencana besar itu terealisasi, nasib mereka terlebih dahulu diperhatikan.

“Saya mohon agar keluhan kami bisa disampaikan ke Bapak Bupati. Kami hanya ingin hak kami dibayarkan,” ujar Eko, sebelum awak media berpamitan.

Awak media pun berjanji akan menyampaikan aspirasi ini demi harapan hidup yang lebih layak bagi para pekerja Perumda Panglungan.

Penulis: IMAM KHUDHORI, S.M.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *