Sarman El Hakim: Indonesia Berpeluang Gelar Piala Dunia 2022

Piala Dunia
Sarman El Hakim

JAKARTA-Penggiat sepak bola Sarman El Hakim meyakini jika Presiden Joko Widodo sangat memahami kecintaan masyarakat Indonesia akan sepak bola. Sarman juga menyatakan bahwa orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut menginginkan pentas Piala Dunia bisa terselenggara di sini. Bahkan, Sarman juga percaya, Jokowi bisa ‘memindahkan’ gelaran Piala Dunia 2022 ke Indonesia, sebubungan dengan masih tingginya penolakan terhadap Qatar.

“Jadi saya yakin jika Presiden Jokowi akan langsung melanjutkan gelaran Asian Games 2018 ini dengan Piala Dunia 2022,” papar Sarman El Hakim, Kamis (7/6/2018). Sarman menegaskan, Piala Dunia adalah pesta rakyat, bukan Asian Games.

“Bukan Presiden Jokowi yang menyetujui pergelaran Asian Games sekarang ini, dia tinggal menindak-lanjuti dan menyukseskan kebijakan yang ditetapkan pendahulunya saja. Kalau boleh memilih, saya yakin Jokowi akan memilih menyelenggarakan Piala Dunia. Memang kebutuhan dananya lebih besar dari keperluan untuk Asian Games, tetapi keuntungan yang akan kita peroleh pun bisa jauh lebih besar lagi,” papar Sarman.

Sarman menjelaskan, dia juga sudah berbicara dengan beberapa ‘orang penting’ terkait dengan keyakinannya bahwa Piala Dunia bisa diselenggarakan di Indonesia, tak terkecuali Piala Dunia 2022 yang sudah diagendakan di Qatar. Dia, antaranya, sudah berbicara dengan Ary Soemarno–mantan Dirut Pertamina yang kakak kandung dari Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno.

Dia juga mengaku sudah ‘berbusa-busa’ membahas itu dengan mantan petinggi PSSI, induk organisasi sepak bola nasional. Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI dua periode, termasuk orang yang terus diajaknya bicara. Ketua Umum PSSI 2003-2007 dan 2007-2011 itu termasuk yang mendorong Sarman untuk terus gigih memperjuangkan kesempatan Indonesia menggelar Piala Dunia.

Piala Dunia

Sarman menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya sejak awal berpeluang besar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, bukan Qatar. Perjuangan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah itu sudah dilakukan di periode kedua kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Nurdin Halid dan jajaran kepengurusannya aktif melakukan lobi-lobi ke Zurich, markas besar FIFA. Dukungan diperoleh dari Federasi Sepak bola Asia Tenggara (AFF) dan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC). Namun, PSSI justru tak memperoleh dukungan paling terpenting. Yakni, kesiapan atau persetujuan dari Pemerintah Indonesia sendiri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak memiliki will untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut.

“Jadi sekarang ini saya sampaikan ke mereka berbagai hal yang membuat saya yakin jika penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 masih bisa dibatalkan. Salah satunya adalah, bahwa sampai saat ini sebagian besar anggota FIFA tetap keberatan dengan penunjukan Qatar tersebut, terutama karena faktor cuacanya yang sangat tidak bersahabat. Sangat panas,” papar Sarman, yang berulangkali mengunjungi markas FIFA di Zurich dan mengibarkan  Bendera Merah Putih raksasa di sana.

Sarman El Hakim, alumnus Universitas Pancasila dan Universitas Indonesia,  sudah belasan tahun menyuarakan strategisnya sepak bola untuk masyarakat NKRI. Dia mendirikan MSBI, akronim dari Masyarakat Sepak Bola Indonesia. Dia menyaksikan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Piala Dunia 2014 di Brasil, dan setelah itu terbang ke beberapa negara Amerika Latin lainnya, untuk berinteraksi dengan penggiat sepak bola setempat. Saat ini dia sudah berencana terbang ke Rusia, menyaksikan Piala Dunia 2018. Sarman mengakui, dia sendiri yang menanggung biaya keberangkatannya.

“Ada kemauan pasti ada jalan,” katanya.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*