Oegroseno

Oegroseno Cari Pesaing Tahir untuk Pimpin Tenis Meja Indonesia

Headline News Olimpic

JAKARTA-Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno menegaskan bahwa saat ini ia tengah mencari figur yang siap menyaingi Dato Shri Tahir untuk membina tenis meja nasional. Figur tersebut, katanya, juga dari kalangan pengusaha. “Pada waktunya nanti pasti saya umumkan,” tegas Oegroseno, Kamis (7/6/2018).

Figur pengusaha tersebut, kata Oegroseno, akan diupayakannya untuk memimpin organisasi tenis meja nasional hasil rekonsiliasi. Upaya rekonsiliasi itu sendiri akan diperjuangkannya.

Saat ini, Oegroseno menjelaskan, ada tiga kepengurusan organisasi tenis meja nasional. Yakni, PP PTMSI 2013-2017, PB PTMSI 2016-2020 dan PBB PTMSI 2018-2022. PP PTMSI diketuai oleh Oegroseno sendiri, sementara PB PTMSI masih dipimpin oleh Lukman Edy ,sedangkan PBB diketuai oleh Dato Sri Tahir, dari hasil Munaslub yang diselenggarakan oleh KONI Pusat dua bulan lampau.

“Lukman Edy masih sah sebagai ketua umum PB PTMSI 2016-2020 karena pengunduran dirinya belum disahkan dan penggantiannya juga belum ditunjuk melalui Munaslub,” ungkap Oegroseno.

Menurut Oegroseno, Munaslub PTMSI yang kemudian digelar oleh KONI Pusat dan menetapkan Dato Sri Tahir sebagai ketua umum dinilainya cacat hukum dan penuh manipulasi. Pasalnya, Munaslub tidak secara sah melibatkan perwakilan dari pihak-pihak yang bertikai, misalnya representasi dari PB PTMSI pimpinan Lukman Edy dan PP PTMSI.

“Saya sendiri sebagai pimpinan PP PTMSI tidak diundang,” tutur Oegroseno.

Sebagai Ketua Umum PP PTMSI, Oegroseno mengaku tidak pernah mengeluarkan surat mandat kepada perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) PP PTMSI yang hadir di Munaslub yang seharusnya digelar oleh KONI Pusat bersama PP PTMSI. Jika ada yang datang itu tidak sah. Dia akan melaporkan ke polisi Pengprov itu karena sudah memanipulasi surat mandat PP PTMSI.

Mantan Wakapolri itu menilai Munaslub PTMSI oleh KONI Pusat tidak sah.  Apalagi kemudian dari pihak Pengurus Besar (PB) PTMSI juga muncul ketidak puasan atas pelaksanaan Munaslub yang memilih Tahir sebagai Ketua Umum. Tampak jelas KONI Pusat selain gagal mengakhiri dualisme kepengurusan PTMSI juga menambah runyam kondisi tenis meja di Tanah Air.

“Jelas KONI Pusat telah gagal. Tahir harusnya mundur karena dipilih dalam Munaslub cacad hukum dan penuh manipulasi. Melihat hal ini sebaiknya pemerintah melalui Menteri Eri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) turun tangan mengambil alih. Ini harus segera dilaksanakan agar tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia,” jelas Oegroseno.

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *