rasisme di piala dunia

FIFA: Proses Tiga Langkah Antisipasi Rasisme di Piala Dunia

Bola News Piala Dunia 2018

Jakarta -Aksi rasisme di Piala Dunia 2018 di Rusia dikhawatirkan bakal muncul. Apalagi jika melihat reputasi suporter negeri beruang merah itu yang dikenal rasis. Persatuan Sepak bola Rusia baru-baru ini didenda 22.000 poundsterling karena nyanyian rasis oleh suporter atau penonton selama pertandingan persahabatan melawan Prancis pada Maret 2018.

Untuk mengantisipasinya, FIFA sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. FIFA menegaskan jika wasit di Piala Dunia nanti bisa mengambil tindakan jika mereka mendengar adanya nyanyian rasisme dalam sebuah pertandingan. Badan sepak bola dunia ini mengatakan para wasit dan ofisial pertandingan harus mengikuti proses ‘tiga langkah’ – untuk menghentikan, menangguhkan atau meninggalkan permainan. Proses ini menjadi standar operation procedur (SOP ) baru menghadapi aksi rasisme yang bisa muncul selama pertandingan.

Keputusan FIFA itu dikeluarkan setelah bek Inggris Danny Rose menyatakan dia sudah “mati rasa” terhadap pelecehan rasial dan “tidak ada pembelaan” di dalam “sistem peradilan” otoritas sepak bola. Manajer Three Lions, Gareth Southgate mengatakan, respon “idealis” terhadap aksi rasial seperti¬†rasisme di Piala Dunia itu adalah pemain yang harus meninggalkan lapangan. “Itu berarti kami akan diusir dari turnamen. Saya tidak berpikir para pemain akan menginginkan itu,” ucap Gareth Southgate. Pemain yang meninggalkan lapangan pertandingan menurut Las of the Games akan diberikan kartu kuning, dan timnya juga berisiko dikeluarkan dari kompetisi.

Gareth Soouthgate, pelatih tim nasional Inggris.

Rasisme di Piala Dunia  Disorot Kick It Out

Selain itu FIFA juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meyakinkan para pemain agar tidak ada rasisme di Piala Dunia. Misalnya setiap pertandingan Piala Dunia 2018 akan terdapat tiga pengamat anti-diskriminasi di tribun, memantau perilaku penggemar. Sistem ini sudah diuji coba selama putaran kualifikasi Piala Dunia dan Piala Konfederasi.

Organisasi anti-diskriminasi Kick it Out juga mendukung langkah itu. “Sangat penting bahwa pemain Inggris mengikuti protokol dan melaporkan setiap pelecehan yang mereka alami kepada wasit. FIFA harus memastikan bahwa petugas menegakkan aturan-aturan itu sehingga kita tidak ada pemain terkena hukuman disiplin karena melaporkan diskriminasi,” ungkap sumber di Kick it Out. “Harus ada respon yang cepat dan kuat dari FIFA terhadap setiap insiden pelecehan. Keterlambatan, denda remeh tidak akan cukup untuk membina lingkungan di mana pemain dilindungi dari perilaku diskriminatif.”

Proses Tiga Langkah FIFA
1. Jika ada aksi rasis atau diskriminatif, wasit akan menunda pertandingan dan meminta pengumuman atas penundaan dan meminta nyanyian untuk dihentikan.
2. Jika terus berlanjut, wasit dapat menangguhkan pertandingan, meminta pengumuman lain, lalu menunggu sampai nyanyian berhenti.
3. Jika masih tidak berhenti, wasit bisa meninggalkan pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *