BAORI Hebat, Tahir Dibabat Kisruh PTMSI Makin Ketat

Baori
A. Tahir saat menggelar Munaslub PTMSI yang akhirnya dibatalkan Baori.

JAKARTA-Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) memberikan pukulan telak kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan pengusaha terkenal Dato’ Sri Tahir. Dalam sidang pembacaan putusan Kamis (7/6/2018), Baori memutuskan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) oleh KONI Pusat yang menetapkan Dato’ Sri Tahir sebagai Ketua Umum tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

“Akhirnya Baori menangkap rasa keadilan yang diperjuangkan para insan tenis meja Indonesia terutama Pengurus Provinsi Pengurus Besar (Pengprov PB) PTMSI Sulawesi Utara terhadap pelaksanaan Munaslub PTMSI oleh KONI Pusat. Dengan keputusan itu maka segala Munaslub tidak sah dan produk yang dihasilkan tidak sah,” kata Penasihat Hukum Pengprov Sulut Subali SH usai mendengarkan pembacaan keputusan Baori di latai 11 Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Subali kepada para wartawan menyatakan, dengan keputusan itu maka tenis meja Indonesia mempunyai peluang untuk menorehkan sejarah baru menuju persatuan yang nyata. Baori telah mengembalikan kondisi kepada keadaan sebelum berlangsungnya Munaslub. Ini membuka peluang bagi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PTMSI Oegroseno untuk melaksanakan rekonsiliasi tenis meja nasional.

baori
A. Tahir dan Tono Suratman (ketua KONI) Foto: breakingnews.co.id

“Segera harus ada rekonsiliasi antara PP dan PB PTMSI. Pihak PP yang dipimpin Bapak Oegroseno mengundang pihak PB untuk menyatukan tenis meja nasional. Ini demi prestasi tenis meja Indonesia apalagi menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar di negeri sendiri,” ucap Subali kepada salamolahraga.com.

BAORI-PTMSI

Dia menyambut gembira keputusan Baori itu. Namun ini bukan untuk menang-menangan namun semua demi tenis meja Indonesia. Ditegaskan, yang terpenting, keputusan Baori itu harus dijadikan momentum untuk mengakhiri dualisme dalam tubuh tenis meja Indonesia.

Pengacara asal Pati, Jawa Tengah itu sekali lagi menekankan, keputusan Baori itu sudah final dan mengikat. Sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Dengan demikian Tahir tidak sah menjadi ketua umum PB PTMSI.

“Pak Tahir tidak sah. Kondisi kembali seperti keadaan sebelum adanya kesepakatan antara pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI), KONI Pusat, PB dan PTMSI yang dibuat Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Bapak Imam Nahrawi. Jadi segera laksanakan rekonsiliasi tenis meja Indonesia,” ucapnya.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*